"Untuk memperoleh seorang teman, tutuplah sebelah mata, sementara untuk menjaganya gunakan kedua belah mata Anda....."
|
ItaDec 1, 2008 3:56 am Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
Diana SNov 10, 2008 12:10 am Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
Sama2... makasih ya atas ucapannya...thanks for your wishes...
|
|
|
Nuyang JaimeeNov 8, 2008 1:05 am Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
u r most wellcome, roman..
thanks too salam Nj |
|
|
Diana SNov 7, 2008 7:23 am Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
|
|
|
Poe NNov 1, 2008 11:30 pm Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
thanks for the comment-nin my photo,sir.. banyak kok yg bilang
begitu, waaahahaaa..ha..haha...
|
|
|
KATERINAOct 30, 2008 3:15 pm Re-Post View 1-to-1 Report |
|
|
|
|
Reny AOct 30, 2008 2:56 am Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
Sama2 bebe-nya lucu ya pake jilbab hihi cute banget! i ya lg
mo coba study perbankan tp lg sekolah bahasa perancis... saya punya
anak 1 cewek umurnya 8 thn feb dpn ... keponakannya pak bambang
kakak saya.
|
|
|
wishyOct 30, 2008 1:31 am Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
Terima kasih
kembali
|
|
|
encim cOct 29, 2008 11:23 pm Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
kembali ksh tuk add ye jg
|
|
|
Rinntje ShowOct 18, 2008 7:37 am Comment me Message me Re-Post View 1-to-1 Report |
|
thank you greetings nya ya pak.
|
|
Jun 14, 2008, 8:36 am
| Malaikat Pelindung
Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan, “Ya Tuhan, engkau akan mengirimkan aku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”
Tuhanpun menjawab, “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu, dia akan merawat dan mengasihimu.” Si kecil bertanya lagi, “Tapi disini disurga ini aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu sudah cukup untuk membuatku bahagia.” Tuhanpun menjawab, “Taka apa, Malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.”
Namun Si kecil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai? Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu akan membisikkanmu kata-kata yang indah, dia akan selalu sabar berada disampingmu. Dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia. Si kecil bertanya lagi, “Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu Ya Tuhan?”
Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu akan membimbingmu, dia akan menengadahkan tangannya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdo’a.” Lagi-lagi Si kecil menyelidik, “Namun aku mendengar disana banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?” Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.”
Namun Sikecil kini malah menjadi sedih, “Tuhan tentu aku akan menjadi sedih jika tak melihat-Mu lagi.” Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu aku akan selalu ada disisimu.”
Hening. Kedamaianpun kembali menerpa surga. Suara-suara panggilan dari bumi mulai sayup-sayup terdengar. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama dari malaikat pelingdungku itu…”
Tuhan kembali menjawab, “Nama malaikatmu itu tak begitu penting… Hanya saja kamu akan sering menyebutnya dengan panggilan: Ibu…” |
Feb 1, 2008, 7:58 am
Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.
"Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!".
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.
Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan." ====== Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu. |
You are welcome. Bdg masi adem2 aja..
Lam kenal juga & thx fr yr comment..